KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Ajakan Ketua Tanfidziah PCNU Kota Bogor dalam pelaksanaan puncak Hari Santri Nasional (HSN) di Tasikmalaya dinilai mengintimidasi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris PC IPNU Kota Bogor Ridwan Ali Ahmadi kepada Kantor berita wwb.co.id melalui release resmi Minggu, (29/10/23).
Ridwan Ali Ahmadi menjelaskan, hal tersebut bermula dari pesan WhatsApp Ketua Tanfidziah PCNU Kota Bogor yang berisikan ajakan kepada PC IPNU Kota Bogor untuk ikut serta dalam pelaksanaan Puncak Hari Santri Nasional di Tasikmalaya.
“Ajakan tersebut dinilai mengintimidasi beberapa Banom NU (IPNU – IPPNU),” katanya.
Selepas terselenggaranya kegiatan di Tasikmalaya, salah satu pengurus PC IPNU Kota Bogor mencoba untuk meminta penjelasan karena tidak dicantumkannya Logo Banom IPNU dan IPPNU pada Banner rombongan ke Tasikmalaya.
Wakil Ketua 2 Bidang Kaderisasi M Audy Pradipa
“Sangat disayangkan bukan mendapatkan respon dengan baik Ketua Tanfidziah PCNU Kota Bogor malah memberikan tuduhan tak mendasar kepada IPNU-IPPNU Kota Bogor sebagai Alat Politik dan Pembuat Onar,” terangnya.
Kemudian, lanjutnya, pengurus IPNU-IPPNU kehilangan kabar dari Ketua Tanfidziah PCNU Kota Bogor dikarenakan Kontak WhatsApp Pengurus IPNU-IPPNU di blokir.
“Pengurus IPNU-IPPNU Kota Bogor melayangkan surat permohonan Audiensi kepada Ketua Tanfidziah PCNU dan diterima melalui kesekretariatan PCNU Kota Bogor Sahrul,” jelas Ridwan Ali Ahmadi.

.png)
.png)