JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan menyusul laporan gangguan kesehatan penerima manfaat, anomali data, dan persoalan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah melakukan sejumlah langkah korektif, termasuk pemberian sanksi kepada pengelola SPPG dan penataan anggaran.
Selain itu, fasilitas SPPG juga disebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kasus Keracunan MBG Kembali Jadi Sorotan
Laporan mengenai siswa yang mengalami gejala seperti mual dan muntah usai mengonsumsi menu MBG, termasuk yang terjadi di wilayah Kampar, Riau, memicu perhatian serius.
Dalam penanganan kejadian ini, prioritas utama diberikan pada penanganan medis peserta didik yang terdampak.
Dalam kasus di Kampar, penanganan dilakukan dengan menghentikan sementara operasional SPPG terkait.
Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) bersama dinas kesehatan setempat melakukan pemeriksaan sarana dapur dan mengambil retained sample atau sampel simpanan makanan untuk pengujian laboratorium.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk membantu menelusuri penyebab gangguan kesehatan sebelum kesimpulan mengenai penyebab kejadian ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
.png)
.png)