BOGOR — Kabar dugaan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi perhatian pada Kamis (20/8/2026).

Informasi yang beredar menyebutkan, sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, baik dari unsur dinas maupun badan, diduga dijemput oleh lembaga antirasuah.

Kabar tersebut rupanya tidak hanya beredar di kalangan masyarakat. Salah seorang pejabat teras Pemkab Bogor mengaku ikut melakukan pengecekan untuk memastikan informasi yang beredar tersebut.

Ia bahkan menghubungi sejumlah kepala dinas dan kepala badan satu per satu.

“Ada info seperti itu, saya pun akan memastikan kabar selentingan tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).

Dari pengecekan yang dilakukan terhadap puluhan pejabat eselon II, terdapat enam kepala dinas maupun kepala badan yang disebut belum berhasil dihubungi.

“Ada enam orang kepala dinas maupun badan yang tidak bisa dihubungi, setelah saya cek satu-satu,” katanya.

Namun, informasi tersebut belum serta-merta dapat diartikan sebagai indikasi adanya OTT KPK.

Tidak dapat dihubunginya seorang pejabat bisa disebabkan berbagai hal dan masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Karena itu, kabar mengenai dugaan OTT tersebut masih belum bisa dipastikan kebenarannya.