KAB.BOGOR,WWB.co.id – Pembangunan Jembatan antar Desa yang dilaksanakan Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor bersumber dari angaran Satu Milyar Satu Desa (Samisade) dikeluh RT & RW.
Pasalnya, pembangunan bersumber dari program unggulan Bupati Bogor Ade Yasin ini, dilaksananakan tanpa melalui Musyawarah terlebih dahulu, baik itu Musrenbang atau Musdesus. “Pembangunan Jembatan tersebut belum ada kesepakatan dari ke 9 RW bahkan tidak setuju dengan pengerjaan Jembatan penghubung itu,” ungkap salah satu ketua RW yang enggan disebut namanya itu kepada wwb.co.id, Sabtu (31/07/21).
Bahkan dirinya menilai, pembangunan tersebut juga tidak ada manfaatnya kepada masyarakat. “Kenapa tidak dialihkan ke yang lain sedangkan pembangunan di Bojongrangkas banyak sekali yang harus di bangun. Dan, kenapa sampai ada keluhan, dikarenakan lokasi pembangunanya tidak tepat sasaran serta belum ada Musdes, sehingga terkesan di paksakan, selain itu juga dirasakan kurang manfaat untuk masyarakat sekitarnya, karena pembangunannya di alokasikan di daerah jalan menuju tempat wisata yang sebenarnya menjadi tanggung jawab pihak pengelola wisata,” tuturnya.
Ditambah lagi, sambungnya, belum ada Musdes namun sudah ada papan proyek,” imbuh RW yang enggan disebut namanya ini.
Halaman:
M
Penulis: Manan