Bogor, Wwb.co.id - LBH Keadilan Rakyat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pada Senin, 7 September 2026, Acara diisi tausiyah oleh Iwan Sumiarsa selaku Pembina LBH Keadilan Rakyat.
Dalam tausiyahnya, Iwan menyampaikan bahwa peringatan Maulid harus memiliki pijakan dan landasan agar memiliki makna. Ada dua landasan utama memperingati Maulid Nabi.
landasan Al-Qur'an
Yaitu Surat Yunus ayat 58. Inti ayat tersebut memerintahkan umat untuk bergembira atas datangnya karunia Allah berupa Al-Qur'an dan Islam sebagai agama yang menuntun manusia agar selamat bahagia di dunia dan akhirat.
Landasan historis
Iwan mencontohkan sejarah saat Panglima Perang Shalahuddin Al-Ayyubi menghadapi kemunduran semangat pasukan Muslim dalam perang melawan pasukan Salib untuk merebut Baitul Maqdis.
Sebagai solusi, Shalahuddin Al-Ayyubi mengadakan sayembara syair tentang kelahiran Nabi. Pemenangnya adalah Syekh Al-Barzanji. Kitab Al-Barzanji kemudian disebar dan dibacakan selama 3 tahun. Hasilnya, ghirah jihad umat Islam bangkit kembali hingga akhirnya Baitul Maqdis kembali ke pangkuan Islam.
Dari dua landasan itu, Iwan mengajak umat Islam saat ini membangkitkan kembali jiwa juang dan persatuan untuk menyelesaikan problematika umat: kefakiran, kemiskinan, dan kebodohan.
“Masalah itu bersumber dari lemahnya iman, ilmu, dan amal. Iman harus dikuatkan dengan rajin ke majelis ilmu dan dekat dengan ulama. Dengan ilmu kita bisa beramal dengan baik,” ujarnya.
.png)
.png)