KAB.BOGOR, WWB.CO.ID – Diduga sekelompok preman melakukan pengusiran terhadap santri Pondok Pesantren yang menampung anak – anak inklusi (berkebutuhan khusus) di Kelurahan Pasir Angin Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor.

Pasalnya hal tersebut bermula dari salah satu dermawan yang mewakafkan tanahnya, dan orang tersebut meninggal dunia. Ada anak-anak (ahli waris) meminta tanah tersebut dikembalikan, namun saat ini sudah menjadi pesantren,” ungkap Pembinaan Pesantren Inklusi, Ahmad Khodori Sirojudin, kepada wartawan, Sabtu (04/11/23).

Ia mengaku sudah melakukan beberapa kali mediasi, dalam mediasi tersebut ahli waris sudah sepakat permasalahan tersebut akan diselesaikan secara baik-baik.

Kemudian, lanjutnya, pihak ahli waris membatalkan kembali dan melaporkan kepada pengacara hingga membuat somasi.

“Somasinya kita jawab melalui pengacara, dan kita juga sudah melakukan mediasi. Akan tetapi pihak ahli waris malah menyewa preman yang kemudian mengusir anak-anak inklusi untuk mengosongkan pondok pesantren tersebut,” jelasnya.

Ahmad Khodori Sirojudin berharap permasalahan tersebut bisa selesai secara baik-baik.

“Saya berharap permasalahan tersebut selesai secara mediasi. Disamping itu, kita juga akan meminta bantuan kepolisian Polres Bogor untuk memfasilitasi mediasi kami,” terangnya.

“Secepatnya kami akan meminta perlindungan hukum kepada pihak Polres Bogor untuk dapat memfasilitasi agar permasalahan tersebut bisa selesai secara baik-baik,” sambung Ahmad Khodori.

Untuk saat ini lanjutnya, para santri inklusi tersebut kini tinggal di asrama (pondok pesantren) putri.