JAWA TIMUR, WWB.CO.ID – Sebagai bagian dari pelaksanaan tanggung jawab Perusahaan terhadap lingkungan, PT Heinz ABC Indonesia (ABC) kembali melanjutkan program penanaman 1.000 pohon untuk mendukung kegiatan Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air (KHDTA), khususnya di wilayah Jawa Timur.

Hendry Pranadjaya Oeswadi, Pasuruan Plant Manager Kraft Heinz Indonesia mengatakan, program penanaman 1.000 pohon kali ini dilakukan bersama dengan Yayasan Cempaka di daerah tangkapan air Curah Tangkil, Desa Dayurejo Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Sejak 2018 lalu, kata dia, ABC telah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Forum Daerah Aliran Sungai Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, untuk menanam setidaknya 4.000 pohon di berbagai kawasan Daerah Tangkapan Air untuk mendukung konservasi hutan dan mata air.

“Sejak awal beroperasi di tahun 1996, Pabrik Heinz ABC di Pasuruan berkomitmen untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Bersama-sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, tahun ini kami meneruskan program penanaman 1.000 pohon, sebagai bagian dari upaya bersama memelihara sumber mata air bagi masyarakat,” ujarnya melalui release resmi kepada kantor berita wwb.co.id, Rabu (29/5/2024).

“Kami berkomitmen untuk melakukan penanaman pohon ini secara berkala hingga setidaknya sepuluh tahun kedepan. Semoga upaya kolektif ini dapat menghadirkan dampak baik, tidak hanya bagi konservasi lingkungan, tapi juga bagi para petani dan kehidupan masyarakat setempat,” kata Hendry Pranadjaya Oeswadi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Yayasan Cempaka Sarifudin Lathif menjelaskan tahun ini, ada 1.000 bibit tanaman yang akan ditanam bersama ABC, dimana sebagaian besar merupakan jenis tanaman buah, seperti: Alpukat, Durian, Kopi, Kayu Manis, serta tanaman lokal seperti Pohon Sintok.

Selain untuk tujuan konservasi area resapan air, kagitan ini juga diharapkan akan turut meningkatkan perekonomi petani dan masyarakat dengan sistem agroforestri.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi multi-pihak, melibatkan berbagai sektor, mulai dari ABC sebagai pelaku usaha, sekaligus pemrakarsa dan kontributor pendanaan, Yayasan Campaka sebagai LSM Lingkungan & Pemberdayaan Sosial sebagai mitra pelaksana utama, serta disupervisi langsung dibawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup Kab. Pasuruan.

“Kegiatan juga melibatkan Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Pasuruan, yang akan terlibat langsung dalam penentuan lokasi konservasi, monitoring, dan evaluasi program. Kegiatan penanaman juga melibatkan Kelompok Petani Pengelola Hutan Desa yang akan membantu pelaksanaan di lapangan, mulai dari pengadaan bibit, penanaman, perawatan, serta penjagaan pohon yang ditanam,” jelasnya.