KAB.BOGOR, WWB.co.id – Penyaluran Program Bantuan Sembako (BPS) atau lebih dikenal BPNT di Desa Sirnagalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor-Jawa Barat diduga jadi ajas manfaat segelintir oknum.
Pasalnya, warga yang seharusnya mendapat 7 paket sembako, hanya menerima sebanyak 6 paket. Dengan alasan yang satu paket dibagikan kepada keluarga yang belum menerima.
Selain itu,  Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di kolektif oleh pihak RT dan sembako diantar ke rumah warga dengan diminta biaya antara Rp.10.000,00,- hingga Rp.30.000,00,-. Per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Saya menerima KKS sekitar 2 minggu yang lalu, kemudian sebelum penyaluran, KKS tersebut diambil lagi sama RT untuk di gesek, setelah itu Sembako dianterin ke rumah dan dimintai biaya antar. Padahal, saya aja belum tau PIN saya karena amplop juga belum saya buka”, ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Ia mengaku seharusnya, pada penyaluran tersebut mendapat 7 paket, tapi dirinya mengaku cuma menerima 6 paket saja. “Kata pak RT sih yang 1 paket diberikan kepada keluarga yang belum dapat,” aku sumber yang enggan di ketahui namannya itu.
Halaman:
M
Penulis: Manan