KAB.BOGOR, WWB.CO.ID – Pempers atau popok bayi sekali pakai salah satu sampah yang sangat sulit terurai. Popok bayi tersebut baru bisa terurai sekitar 20-100 tahun bahkan lebih.
Salah satu cara yang paling efektif untuk mendaur ulang pempers bekas tersebut yakni dengan membuatnya menjadi barang berharga. Seperti halnya satu penggiat lingkungan hidup, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mitra Ruhay, Kp. Sukaraja Desa Cikeas Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor.
Pokok sekali pakai ini dibuat menjadi sebuah pot bunga dengan cara di cetak mengunakan mal (cetakan) dan perekat semen yang nantinya dari dua buah pempers bekas itu menjadi satu pot cantik untuk berbagai jenis tanaman guna mempercantik pekarangan.
“Setiap hari kami membuat pot bunga dari pempers bisa sekitar dua tau tiga puluh perhari, dan pot-pot tersebut kita sumbang kan keberbagai sarana pendidikan dari mulai taman kanak-kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” ungkap Sandra Purbakaro salah satu anggota KSM Mitra Ruhay.
Ia mengaku inisiatif mendaur ulang pempers tersebut berawal dari kepedulian terhadap lingkungan. “Karena kami peduli makanya saya sudah tidak ada rasa jijik untuk mengolah sampah,” terangnya.
Sebelum dijadikan pot, kata dia, pertama-tama pempers tersebut dibersihkan dan dipisahkan dari bagian luar dengan gel-nya terlebih dahulu. Kemudian setelah dipisahkan baru bagian luar pempers dicuci dengan air dan ditergen lalu di jemur.
“Setelah itu pempers bekas ini dicampur dengan perekat (semen) dan mal (cetakan) untuk di proses menjadi pot bunga dan gel-nya kita fermentasi yang nantinya akan dipergunakan untuk media tanam,” jelas Sandra.


.png)
.png)