AFGANISTAN, wwb.co.id — Sebuah perjalanan ekstrem dan penuh keteguhan hati berhasil ditorehkan oleh Daeng, seorang bikers asal Makassar. Pada November 2025, Daeng sukses menuntaskan perjalanan lintas benua dengan menunggangi sepeda motor dari Indonesia menuju Mekah, Arab Saudi, melintasi 12 negara dengan jarak tempuh sekitar 27.000 kilometer.
Namun, dari seluruh rute panjang tersebut, satu bagian perjalanan menjadi kisah paling luar biasa dan menantang: menembus gurun pasir Afghanistan tanpa jalan beraspal selama empat hari berturut-turut.
Sebelum memasuki Afghanistan, Daeng lebih dulu melintasi sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Tengah. Tantangan sesungguhnya baru dirasakan ketika ia memasuki wilayah pedalaman Afghanistan, di mana jalur utama provinsi masih berupa jalan tanah dan gurun pasir, tanpa aspal dan minim fasilitas.
Yayasan Doa Yatim Ajak Puluhan Anak Binaan Kunjungi Museum Keprajuritan Indonesia di TMII
Di tengah perjalanan tersebut, Daeng harus menghadapi kondisi ekstrem, termasuk suhu dingin malam hari dan risiko teknis kendaraan. Bahkan, sepeda motornya sempat mogok di tengah gurun saat malam hari. Medan berat yang dilalui juga menyebabkan rangka motornya mengalami keretakan.
Beruntung, Daeng mendapat bantuan dari warga setempat yang menunjukkan keramahan dan solidaritas luar biasa.
“Kita melewati jalan yang seperti ini, ya jalan tanah. Ini jalur utama, jalur provinsi. Sudah tiga hari ini jalan yang kita lewati seperti ini terus. Braket lampu tadi patah, dibantuin sama masyarakat. Baik-baik banget mereka,” ujar Daeng dalam salah satu video perjalanannya di Afghanistan.
Setelah berhasil keluar dari Afghanistan, Daeng melanjutkan perjalanan menuju Iran, negara yang dikenal memiliki harga bahan bakar sangat murah—sekitar Rp500 per liter jika dikonversikan ke rupiah. Kondisi motor yang rusak parah akibat perjalanan berat akhirnya diperbaiki secara menyeluruh di Uni Emirat Arab, sebelum Daeng melanjutkan rute berikutnya.
Secara keseluruhan, perjalanan Daeng menuju Tanah Suci ditempuh selama kurang lebih tujuh bulan, sejak Mei hingga November 2025. Rute yang dilalui mencakup Malaysia, Thailand, Laos, Tiongkok, Kazakhstan, Tajikistan, Afghanistan, Iran, Uni Emirat Arab, Oman, hingga akhirnya tiba di Arab Saudi.
Perjalanan ini bukan sekadar ekspedisi jarak jauh, tetapi juga menjadi kisah tentang keteguhan tekad, keberanian menghadapi risiko, serta potret kemanusiaan lintas batas negara yang masih hidup di tengah kerasnya medan perjalanan.
.png)
.png)