KOTA BOGOR, WWB.co.id – Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kota Bogor terus meningkat. Bahkan, di sejumlah RS nyaris penuh. Pemerintah Kota Bogor berupaya meningkatkan kapasitas tempat tidur dengan menyiagakan tenda darurat hingga tempat isolasi berbasis masyarakat di tingkat kelurahan.
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi berbasis masyarakat di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug. Tempat yang dimanfaatkan mulai dari kost-kostan, wisma hingga gedung serbaguna.
“Ada puluhan titik di enam kecamatan se-Kota Bogor. Tapi akan diverifikasi kelayakannya oleh wilayah dan Dinkes agar berjalan cepat, karena kita butuh cepat. Nanti sistemnya swadaya, warga sekitar urunan sumbangan untuk dicari kasurnya dan lain sebagainya. Karena kalau proses anggaran normal tidak mungkin terkejar,” ungkap Bima Arya.
Untuk pengawasannya, kata Bima, dilakukan oleh Puskesmas di wilayah tersebut dan berkoordinasi dengan Satgas kelurahan. “Jadi Puskesmas terdekat melakukan visitasi dari nakesnya, suplai obat-obatan. Sisanya swadaya masyarakat saja, jadi saya minta Camat, Lurah Lpm, PKK, urun rembuk untuk menyuplai kebutuhan yang ada di tempat isolasi berbasis masyarakat ini. Mungkin sejauh ini ada 5 tempat isolasi yang sudah siap,” jelasnya.
Selain berbasis masyarakat, Pemkot Bogor melalui RSUD Kota Bogor juga menyiagakan tenda perawatan darurat di sudut RSUD dan Rumah Sakit Lapangan Covid-19 di GOR Pajajaran. “Pekan ini tenda darurat beroperasi, wisma isolasi berbasis masyarakat beroperasi, Rumah Sakit Lapangan beroperasi. Jadi kita bisa tambah ratusan tempat tidur untuk isolasi,” ujar Bima.
.png)
.png)