BOGOR, wwb.co.id — Peringatan Hari Ayah Nasional yang jatuh setiap 12 November tidak hanya menjadi momentum budaya, tetapi juga dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur terhadap sosok ayah sebagaimana diajarkan dalam syariat Islam.

‎Dalam Islam, kedudukan ayah memiliki tempat yang tinggi, sejajar dengan ibu dalam tanggung jawab dan kasih sayang terhadap anak-anaknya.

‎Ayah dalam Perspektif Al-Qur’an

‎Islam menempatkan ayah sebagai qawwam, yaitu pemimpin dan penanggung jawab dalam keluarga. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:

‎“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”
‎(QS. An-Nisa: 34)

‎Ayah memiliki tanggung jawab besar dalam menafkahi, mendidik, dan menjaga keluarganya agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
‎Namun, tanggung jawab itu bukan berarti kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan adil, penuh kasih sayang, dan tanggung jawab moral.

‎Tanggung Jawab Ayah dalam Pendidikan dan Akhlak

‎Dalam Islam, pendidikan anak bukan hanya tugas ibu. Ayah memiliki peran utama dalam membentuk karakter, iman, dan akhlak anak.
‎Rasulullah SAW bersabda:

‎“Tidak ada pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada pendidikan yang baik.”
‎(HR. Tirmidzi)

‎Ayah menjadi teladan pertama bagi anak laki-laki dalam tanggung jawab dan keteguhan, serta figur perlindungan bagi anak perempuan dalam rasa aman dan penghargaan terhadap diri.

‎Makna Hari Ayah dalam Syariat Islam

‎Meskipun Islam tidak menetapkan hari khusus seperti Hari Ayah, Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati dan berbakti kepada orang tua setiap hari.
‎Namun, momentum peringatan seperti Hari Ayah dapat dijadikan sarana tazakkur (refleksi) dan syukur, selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat.

‎Cara Islami Memperingati Hari Ayah

‎Umat Islam dapat memaknai Hari Ayah dengan cara-cara sederhana namun bernilai ibadah, di antaranya:

‎1. Mendoakan ayah, baik yang masih hidup maupun telah wafat.

‎Doa anak saleh menjadi amal yang terus mengalir bagi orang tua.
‎Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara... salah satunya anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

‎2. Menunjukkan kasih sayang dan bakti kepada ayah.
‎Mengucapkan terima kasih, meminta maaf, atau membantu pekerjaan ayah termasuk bentuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua).

‎3. Memberikan hadiah atau perhatian.
‎Rasulullah SAW menganjurkan saling memberi hadiah untuk memperkuat kasih sayang.

‎4. Melaksanakan amal kebajikan atas nama ayah .
‎Seperti bersedekah, berkurban, atau membantu orang lain sebagai bentuk penghormatan kepada jasa ayah.

‎Ayah sebagai Teladan dan Amanah

‎Dalam Islam, seorang ayah tidak hanya memimpin keluarganya secara materi, tetapi juga memimpin dalam ketakwaan.
‎Ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Rasulullah SAW bersabda:

‎“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

‎Dengan demikian, Hari Ayah bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi pengingat bagi setiap ayah untuk terus memperbaiki diri dan menunaikan amanah keluarga dengan sebaik-baiknya.