KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Helaran Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542 disambut antusias oleh masyarakat yang memadati jalan Ir. H. Juanda hingga Jenderal Sudirman, untuk menyaksikan penampilan seni budaya melalui pertunjukan ataupun atraksi, Minggu (2/6/2024).

Namun amat disayangkan kesadaran masyarakat Kota Bogor masih minim dalam menjaga kebersihan terutama sampah. Dalam HJB tersebut begitu banyak sampah yang berserakan di area seni budaya dan pertunjukan ataupun atraksi pada helaran untuk hari bersejarah kota hujan itu.

Sehingga di tengah padatnya masyarakat yang datang menyaksikan helaran, Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor hilir mudik menjaga kebersihan di sekitar lokasi.

Padahal, Pemkot Bogor melalui DLH sudah menyediakan fasilitas tempat sampah eksisting, disediakan juga tempat sampah mobile yang berkeliling di sekitar area.

Sehingga Pemkot Bogor menerjunkan personel pasukan kuning atau petugas kebersihan untuk melakukan tugas membersihkan sampah yang berserakan dijalan serta areal taman.

“Petugas yang kita turunkan pada kegiatan helaran ini ada 100 petugas. Selain itu kita juga siapkan dua mobil sweeper, dua kendaran pick up dan empat motor pengangkut sampah (mosam),” kata Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup, (DLH) Kota Bogor Deden Adi Suryadi.

Manajemen penanganan sampah pada kegiatan helaran ini DLH menggunakan konsep mengolah sampah, yang artinya sampah yang dikumpulkan dipilah dan diolah sesuai jenisnya.

Teknis pengolahan dilakukan dengan mengumpulkan sampah, kemudian sampah dipilah di lokasi dan dibawa ke masing-masing tempat pengolahan, seperti sampah non organik akan dibawa ke Basiba, TPS 3R Mekarwangi, sedangkan sampah organik diolah menjadi pupuk.

“Sementara ini hingga siang sampah yang dikumpulkan sekitar 450 kg, terdiri dari 20% organik, yaitu sampah sisa makanan, 35% anorganik (plastik), 45% plastik non value,” katanya.