KAB.BOGOR,WWB.co.id – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) atau Bantuan Sembako minta Pemerintah khususnya Kementerian Sosial Republik Indonesia, menertibkan Oknum-oknum yang merugikan masyarakat dan memberikan tindakan tegas.
“Saya berharap okum-oknum diberi peringatan bila perlu ditindak atau diberi sanksi atas perbuatannya,” ungkap salah satu KPM Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor kepada sejumlah awak media, Senin (1/11/21).
YN mengaku, mendapat bantuan tidak sesuai dengan nominal uang (saldo) yang ada didalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). “Dari total struk yang saya terima itu nominal-nya 1.400.000,-, seharusnya mendapat 7 paket sekaligus. Namun, saya hanya menerima barang yakni, beras 10 Kg enam karung, telur enam paket dengan jumlah berbeda-beda, buah pear-nya 5 paket isi tiga buah, sama kentang-nya 8 ons lima kantong,” tuturnya.
×


.png)
.png)