JABAR, WWB.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp 100 miliar untuk honor dan operasional para penyuluh.
Hal ini merupakan bukti komitmen Pemprov untuk terus melahirkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) pertanian dengan melakukan perpanjangan kontrak ribuan tenaga penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT).
Pasalnya, perpanjangan kontrak ini dilakukan berkat dorongan kinerja sektor pertanian Jawa Barat yang berhasil meraih prestasi pada tingkat nasional di tahun 2022. “Perpanjang kontrak ini, karena kerjanya luar biasa kerja,” ungkap Gubernur Ridwan Kamil, dilansir mediatani.com dari laman tribunnews.com.
Menurutnya angka produktivitas beras dalam bentuk gabah kering giling di Jabar tahun 2021 itu meningkat kurang lebih 5 persen di tahun 2022. Bahkan, Jabar mampu menempati posisi ketiga sebagai lumbung pangan nasional dengan kontribusi sebesar 17,58 persen atau setara dengan 9,4 ton gabah kering.
Hal tersebut, kata dia, menandakan bahwa Provinsi Jabar yang memiliki jumlah penduduk yang banyak juga memiliki produktivitas yang tinggi.
Ia menjelaskan, para penyuluh ini nantinya akan mendampingi calon peserta program Petani Milenial yang saat ini pendaftarnya mencapai 20 ribu orang di tahun 2022, yang selanjutnya disaring dan tersiksa tinggal 5 ribu orang.
“5 ribu ini sedang dibimbing, mudah-mudahan tingkat keberhasilan lebih banyak dari tahun 2021 ya. Di 2021 itu 1.100 yang berhasil, yang kurang berhasilnya 5 ratus peserta, kita kondisikan agar persentase keberhasilannya lebih banyak,” jelas Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat menyampaikan perpanjangan kontrak dan pemberian fasilitas pada 921 penyuluh tenaga harian lepas dan tenaga bantu penyuluh pertanian serta fasilitasi honor bagi 106 tenaga harian lepas ini merupakan bagian dari dukungan Pemprov Jabar pada pengembangan SDM pertanian.
“Penyediaan penyuluh dalam membantu pengawalan dan pendampingan kepada pelaku utama dan pelaku usaha di lapangan ini menjadikan Jawa Barat satu-satunya provinsi yang paling besar kontribusinya terhadap SDM pertanian dibandingkan daerah lain di Indonesia,” terang Dadan.
.png)
.png)