BOGOR, WWB.CO.ID – Gelombang panas dapat memicu kekeringan di Republik Indonesia (RI) hal itu dapat memicu produktivitas pertanian menurun. Selain di Indonesia, di berbagai negara dunia saat ini dilanda gelombang panas atau El Nino yang mempengaruhi cuaca global.

BMKG menyebutkan suhu tertinggi di Indonesia mencapai 35,6 derajat Celcius terjadi di Sentani, Jayapura, Jumat (28/4) lalu. seperti dilansir dari laman mediatani.co, Jumat (12/05/23).

Pasalnya, suhu rata-rata global yang mengalami kenaikan dapat meningkatkan risiko terjadinya produktivitas pertanian yang menurun, mengancam ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian.

Salah satu dampak yang paling dirasakan petani, yakni berkurangnya ketersediaan air, karena bisa mengakibatkan kekeringan. Sedangkan, sumber air yang memadai dengan infrastruktur yang baik menentukan produksi pertanian.

“Ketersediaan air sangat penting untuk hasil pertanian dan memastikan keamanan pasokan makanan kita. Minum dan sanitasi, pertanian, perikanan, tanaman, dan peternakan. Pengolahan makanan, dan penyiapan makanan semuanya bergantung pada air, oleh karena itu air harus memiliki kualitas dan kuantitas yang cukup,” ucap Peneliti Mukhammad Faisol Amir dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS).

Faisol Amir menyebut, kekurangan air mengancam sektor pertanian dan keamanan pangan nasional. Sektor pertanian menyerap sekitar 70 persen dari semua sumber daya air tawar, sehingga menjadi penyebab sekaligus korban dari kelangkaan air.

“Jika tingkat konsumsi ini tidak dikendalikan, maka akan merusak ekosistem dan sumber daya air untuk keperluan lain berkurang.

Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak pada perubahan iklim terhadap sektor pertanian yang tidak beradaptasi akan meningkatkan kebutuhan air hingga 40 persen,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kelangkaan air dapat mempengaruhi dua pertiga populasi dunia dalam beberapa dekade mendatang dan melemahkan ekosistem dunia. Akibatnya, curah hujan di zona sedang meningkat, distribusi curah hujan bervariasi, frekuensi kejadian ekstrem meningkat, dan suhu naik.