SEBUAH pesan renungan bernuansa religius kembali viral di platform media sosial. Pesan yang dibagikan akun Ruαng Nαsihαt ini mengajak umat untuk merenungi kembali hubungan dengan Allah serta menata ulang prioritas hidup, terutama terkait akhirat.
Dalam pesan itu disampaikan bahwa manusia kerap menangis karena perlakuan sesama, namun jarang menangisi dosa-dosa sendiri. Manusia sering merasa malu ketika dilihat orang lain, tetapi tidak malu ketika setiap detik berada dalam pengawasan Allah.
Renungan tersebut menyoroti kesibukan manusia mengejar urusan dunia, padahal dunia suatu saat akan meninggalkan manusia. Ketakutan disakiti sesama pun acap kali lebih besar dibanding ketakutan menyakiti Allah dengan dosa yang terus diulang.
Yayasan Doa Yatim Ajak Puluhan Anak Binaan Kunjungi Museum Keprajuritan Indonesia di TMII
Pesan itu juga mengingatkan bahwa umur terus menipis, kubur semakin dekat, dan pintu tobat tidak selalu terbuka selamanya. Di bagian akhir, doa dipanjatkan agar Allah melembutkan hati yang lalai, mengampuni dosa-dosa tersembunyi, dan memulangkan hamba-Nya dalam keadaan diridai.
Renungan tersebut turut menambahkan pengingat tentang pentingnya mendahulukan akhirat: “Kenapa harus akhirat yang diutamakan? Karena sesibuk apa pun kamu merencanakan masa depan, sekali Allah bilang pulang, maka rencanamu akan kelar.”
Dalam lanjutan pesan yang ikut dibagikan, Ruαng Nαsihαt juga menyinggung makna tawakal. Disebutkan bahwa tawakal adalah percaya bahwa selalu ada kebaikan dalam setiap hal yang Allah rencanakan, meskipun sulit dan berat dijalani. Disebutkan pula bahwa kesulitan hari ini dapat mendatangkan berkah besar di kemudian hari, entah berupa iman yang semakin kuat, dosa yang terhapuskan, atau kebahagiaan yang banyak.
Pesan bernada renungan ini terus beredar luas dan mendapat respons positif dari warganet yang merasa tersentuh dengan ajakan untuk kembali memperbaiki diri.
.png)
.png)