BOGOR, wwb.co.id – Hati yang keras tidak muncul secara tiba-tiba. Ia berkembang seiring dengan kebiasaan manusia yang sering meremehkan hal-hal kecil yang sebenarnya memiliki makna besar di hadapan Allah.

Sebuah kutipan yang kini banyak dibagikan di media sosial mengungkapkan hal ini dengan jelas:

“Hati yang keras tak lahir tiba-tiba. Ia tumbuh dari dosa kecil yang kau anggap biasa, dari azan yang kau abaikan, dari istighfar yang kau tunda. Setiap kali kau menolak panggilan Allah, setitik gelap masuk ke hatimu. Sampai akhirnya, cahayanya redup — bukan karena Allah memadamkan, tapi karena kau sendiri yang memalingkan.” kata seorang ulama, Minggu (19/10/25).

Pesan ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk tidak menunda-nunda kebaikan dan tidak meremehkan dosa kecil. Kebiasaan mengabaikan panggilan Allah dapat menjauhkan hati kita dari cahaya petunjuk-Nya.

Para ulama sering mengingatkan bahwa hati manusia dapat mengeras akibat kelalaian dalam berzikir, meninggalkan salat, atau terlalu terfokus pada urusan duniawi tanpa memperhatikan kehidupan akhirat.

Renungan ini mengajak umat Islam untuk melakukan muhasabah diri, memperbanyak istighfar, dan menjaga agar hati tetap lembut dengan mendekat kepada Allah melalui salat, zikir, dan amal baik lainnya.

Karena pada hakikatnya, hati yang lembut adalah hati yang senantiasa ingat kepada Tuhannya.

"Wallahualam bishawab"