SUKABUMI, wwb.co.id – Dalam upaya melestarikan keindahan alam di kawasan Gunung Gede Pangrango dan Halimun Salak, pemerintah Indonesia bersama Konservasi Indonesia dan sejumlah mitra strategis berkomitmen untuk memperluas restorasi daerah aliran sungai (DAS) hingga mencapai 500 hektare. Langkah ini merupakan kelanjutan dari program Green Wall yang telah berhasil memulihkan 300 hektare area penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sejak tahun 2008 hingga 2022.

Fitri Hasibuan, Vice President Program Konservasi Indonesia, menjelaskan bahwa restorasi ini direncanakan berlangsung selama 10 tahun ke depan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. "Kami akan memfasilitasi pemulihan ekosistem di lahan terdegradasi sekitar TNGGP. Selain menanam pohon, kami juga ingin membangun kesadaran lingkungan di kalangan anak muda dan pelajar," kata Fitri, Jumat (17/10/2025).

Penanaman perdana akan dilaksanakan di Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, yang merupakan salah satu wilayah penyangga penting TNGGP. Daerah ini memiliki peran strategis dalam menjaga fungsi ekosistem di sekitar gunung.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Konservasi Indonesia, total lahan terdegradasi di empat DAS di Jawa Barat mencapai lebih dari 632 ribu hektare, sehingga memerlukan upaya restorasi yang berkelanjutan dan jangka panjang.

Sejak tahun 2008, pemerintah bersama KI dan mitra lainnya telah berhasil memulihkan sekitar 385 hektare lahan rusak. Dengan perluasan program ke 500 hektare ini, diharapkan dapat memperkuat ketahanan air, iklim, dan ekonomi masyarakat sekitar.

"Restorasi dilakukan berbasis sains, melibatkan masyarakat, dan inklusif bagi generasi muda. Jadi, selain menjaga keanekaragaman hayati, kegiatan ini juga berdampak sosial dan ekonomi," tambah Fitri.

Sementara itu, Camat Ciambar Arif Solihin menyampaikan dukungan penuh masyarakat terhadap program tersebut. "Warga sangat antusias. Manfaatnya nyata, mulai dari perbaikan sumber air, peluang ekonomi, sampai pendidikan lingkungan untuk anak-anak. Kami percaya, hutan yang sehat adalah warisan untuk generasi mendatang," ujarnya. (***)