BOGOR  Ribuan pengemudi dan pemilik angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Forum Angkot Bersatu Kota Bogor menggelar aksi damai, Kamis (3/9/2026).

Sekitar 2.000 peserta dari berbagai trayek di Kota Bogor turun menyampaikan aspirasi terkait sejumlah kebijakan transportasi yang dinilai cukup memberatkan para pelaku usaha angkot.

Aksi berlangsung tertib tanpa kerusuhan maupun tindakan anarkis. Massa meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang berkaitan dengan reduksi kendaraan dan batas usia angkot.

Koordinator aksi, Deden, menegaskan bahwa para pengemudi dan pemilik angkot tidak bermaksud menolak kebijakan pemerintah. Mereka, kata dia, hanya meminta adanya kebijakan yang mempertimbangkan kondisi ekonomi para pelaku usaha.

“Hari ini kami menggelar aksi damai, bukan anarkis. Kami menuntut kebijakan Dinas terkait dan Pemerintah Kota Bogor dikaji ulang,” kata Deden.

Menurutnya, para pengusaha angkot telah berupaya memenuhi berbagai ketentuan, mulai dari kepemilikan SIM, persyaratan pengemudi dan pemilik kendaraan, hingga kebijakan reduksi dua kendaraan menjadi satu.

Namun, mereka meminta agar masa reduksi dapat dihapus atau diperpanjang. Selain itu, Forum Angkot Bersatu juga meminta pemerintah meninjau kembali ketentuan mengenai batas usia kendaraan angkot.

Deden beralasan kondisi ekonomi saat ini membuat sebagian pelaku usaha kesulitan melakukan peremajaan kendaraan dalam waktu singkat.

“Kami sudah patuh aturan. Namun kami menuntut penghapusan atau perpanjangan masa reduksi, serta peninjauan Perda batas usia kendaraan angkot. Ekonomi saat ini terlalu sulit untuk peremajaan kendaraan secara mendadak,” ujarnya.