WWB.CO.ID - Di tengah kesibukan yang melanda kehidupan modern, banyak dari kita terjebak dalam rutinitas mengejar hal-hal duniawi. Harta, jabatan, dan popularitas seolah menjadi tujuan utama, sementara persiapan untuk kehidupan setelah mati sering kali terlupakan. Pesan ini kembali diingatkan oleh akun Ruαng Nαsihαt melalui kutipan yang viral di media sosial.
“Kamu sibuk mengejar dunia yang akan pergi, tapi lupa menyiapkan bekal untuk akhirat yang pasti datang.” tulis Ruαng Nαsihαt.
Kutipan ini menjadi pembuka dari sebuah tulisan yang mengajak kita untuk merenungkan hakikat kehidupan dan kematian. Dalam pesannya, Ruαng Nαsihαt menggambarkan dengan sangat menyentuh bagaimana setiap manusia pada akhirnya akan terbujur kaku, dibungkus kain kafan, dan meninggalkan segala yang dicintainya di dunia.
Yayasan Doa Yatim Ajak Puluhan Anak Binaan Kunjungi Museum Keprajuritan Indonesia di TMII
Pesan ini mengingatkan kita bahwa tidak ada lagi kesempatan ketika ajal tiba. Wajah yang dulunya ceria dan bersinar akan memucat, suara yang riuh kini akan terdiam. Semua itu akan sirna, yang tersisa hanyalah amal dan doa yang mengiringi perjalanan menuju akhirat.
“Kita terlalu sibuk mempercantik jasad yang nanti akan jadi tanah. Terlalu sibuk membangun dunia yang nanti akan ditinggalkan. Kita menunda tobat seolah waktu mau menunggu, padahal kematian datang tanpa aba-aba.”
Ungkapan ini menohok banyak hati. Ia bukan sekadar kata-kata, tetapi pengingat bahwa hidup di dunia hanyalah persinggahan sementara. Kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal.
Melalui tulisannya, Ruαng Nαsihαt mengajak kita untuk segera berbenah — memperbaiki salat sebelum disalatkan, bertobat sebelum terlambat, dan kembali kepada Tuhan sebelum kita dipanggil tanpa daya.
“Dunia tidak menjanjikanmu apapun selain perpisahan, tapi Allah menjanjikan ampunan bagi yang kembali. Bersihkan hatimu sekarang sebelum tanah yang membersihkanmu nanti.”
Renungan ini menjadi pengingat lembut namun tegas bahwa hidup bukan tentang seberapa lama kita tinggal di dunia, tetapi seberapa siap kita pulang dengan membawa amal terbaik.
.png)
.png)