Jakarta - Badan Gizi Nasional atau BGN mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada sejumlah siswa di Berastagi Kabupaten Karo Sumatera Utara

Sebagai langkah penanganan awal BGN menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG terkait serta menonaktifkan Kepala SPPG untuk mempermudah proses investigasi lapangan

Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan dan rekam medis guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa di Berastagi tersebut

Insiden ini memperkuat desakan publik agar pemerintah memperketat standar higienitas pengolahan bahan baku hingga pengawasan sanitasi secara menyeluruh di setiap dapur penyedia MBG

Di sisi lain publik sempat disorot isu pengadaan wadah makan canggih berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung sterilisasi dan pendeteksian kualitas makanan MBG

Namun alat bernama Si Amanzi tersebut murni inovasi buatan pelajar Tangerang dan bukan bagian dari proyek pengadaan nasional milik pemerintah pusat

Pemerintah menegaskan inovasi teknologi seperti pemancar UV maupun sensor kelembapan hanya alat bantu yang tidak bisa menggantikan prosedur utama sanitasi dapur

Selain masalah keamanan pangan cakupan penerima MBG juga menuai sorotan karena dinilai kurang tepat sasaran jika diberikan kepada anak yang tidak mengalami stunting

BGN menjelaskan program MBG dirancang sebagai langkah preventif pemenuhan gizi seluruh peserta didik sedangkan penanganan anak stunting menggunakan pendekatan medis yang terpisah