BOGOR, WWB.CO.ID – Ibadah haji merupakan ibadah yang sakral. Oleh karena itu, rukun Islam yang kelima ini selalu didambakan oleh setiap muslim. Namun, tidak semua orang bisa menunaikan ibadah haji, karena dalam pelaksanaannya, ibadah haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga ibadah ini hanya diwajibkan bagi orang-orang yang dinilai mampu secara finansial.
Di Indonesia, setiap musim haji pasti disambut meriah baik oleh orang yang hendak melaksanakannya atau bagi tetangga dan sanak saudara sekitarnya. Mereka (jemaah) berbondong-bondong rela mengantarkan tetangga atau saudaranya yang hendak berangkat dengan meriah hanya untuk sekedar melepas kerinduan karena akan ditinggal selama beberapa hari di tanah suci atau demi menitipkan doa.
Seperti dilansir dari laman jatim.nu.or.id, para ulama pernah menyinggung hal ini, diantaranya adalah Syekh Abu Bakr al-Ajurriy dari kalangan Madzhab Hanbali yang mengatakan bahwa tradisi mengantar orang berangkat haji dan menitipkan doa termasuk sesuatu yang dianjurkan.
Yayasan Doa Yatim Ajak Puluhan Anak Binaan Kunjungi Museum Keprajuritan Indonesia di TMII
Seperti yang pernah dijelaskan oleh Syaikh Ar-Ruhaibani dalam kitab karyanya Mathalib Ulin Nuha yang menjadi penjelasan kitab Ghayatil Muntaha jilid 6 halaman 472.
وذكر أبو بكر الآجري استحباب تشييع الحاج ووداعه ومسألته أن يدعو له ـ وشيع أحمد أمه بالحج
Artinya: “Syaikh Abu Bakr al-Ajurry menuturkan tentang kesunahan mengantar orang haji dan menitipkan juga meminta untuk mendoakannya. Imam Ahmad pernah mengantar ibunya untuk haji.”
Tradisi mengantarkan orang yang hendak bepergian haji ini sebenarnya sudah berlaku di masa Rasulullah SAW di tempat yang bernama Tsaniyyatul Wada’ yang mana di tempat ini juga dulu beliau pernah ditunggu oleh para sahabat ketika datang dari berperang. Seperti yang tertera dalam kitab Syarh An-Nawawi alal Muslim, juz13 halaman 14:
وأما ثنية الوداع فهي عند المدينة سميت بذلك لأن الخارج من المدينة يمشي معه المودعون اليها
Artinya: “Adapun Tsaniatul Wada’ adalah tempat samping Madinah, dinamakan begitu karena orang yang keluar dari Madinah itu berjalan bersama orang-orang yang ditinggalkannya (untuk mengantar).”
.png)
.png)