KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Warga Cimahpar Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Daman Huri mengaku kesulitan meminta bantuan grobak sampah dari pemerintah setempat.
Daman, yang kesehariannya menarik sampah warga itu sudah berulang kali atau mengajukan kepada pengurus setempat. Kendati demikian usulan atau pengajuannya itu tidak pernah mendapat respon.
“Pengurus RT maupun RW setempat tidak pernah merespon permintaan saya untuk membenarkan grobak sampah tersebut,” kata Daman ketika ditemui dikediamannya, di RT 03/08 Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor belum lama ini.
Daman mengaku upah yang ia dapat dari hasil iuran warga hasil narik sampah itu sebesar Rp. 800.000,- itupun masih harus dipotong retribusi untuk kas RT.
Oleh sebab itu, ia berharap ada bantuan dan pendamping pemerintah melalui Dinas terkait untuk mengolah sampah secara mandiri melalui TPS 3R.
“Saya pingin ada pemasukan lain, karena kalau ngandelin dari narik sampah doang itu tidak cukup untuk resiko sehari-hari,” ucapnya.
Disamping itu lanjut dia, banyak waktu luang ketika selesai mengangkut sampah dari warga. “Selesai ngambil sampah sampai siang dari siang saya engga ada kerjaan lain. Tentunya kalau ada yang mau bimbing saya mau mengolah sampah agar ada penghasilan tambahan buat ke dapur,” harapnya.
Ia berharap dengan terkelolanya sampah dilingkungan tersebut tidak ada lagi warga yang membuang sembarangan. Karena saat ini masih ada yang membuang sampahnya ke Kali Cibojong.
“Masih banyak warga yang membuang sampahnya ke kali, selain itu warga juga masih minim pengetahuan untuk pengolahan sampah,”jelasnya.
.png)
.png)