BOGOR, wwb.co.id – Seorang remaja berinisial NR (14) menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelajar di Jalan Katulampa–Sukaraja, tepatnya di Kampung Panggulaan, Desa Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada Kamis (23/10/2025) lalu.
Korban yang mengalami luka serius di kepala dengan 10 jahitan itu telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. Proses pelaporan juga mendapat pengawalan dari UPT PPA Kabupaten Bogor, Edi Iriawandi, SH, MH, sebagai bentuk pendampingan hukum dan perlindungan terhadap anak korban kekerasan.
NR menuturkan, peristiwa itu terjadi saat dirinya hendak membeli bahan bakar di SPBU tak jauh dari rumahnya. “Saya bersama teman saya mau beli BBM. Pas melintas di Jalan Panggulaan, tiba-tiba diberhentikan sekelompok pelajar yang diduga mau tawuran. Salah satu di antara mereka langsung membacok kepala saya,” ungkap NR kepada wwb.co.id usai membuat laporan, Senin (27/10/25).
Menurut NR, ia tidak mengenali pelaku yang membacok kepalanya. “Saya nggak kenal siapa pelakunya. Saat mau kabur, saya sempat menabrak salah satu dari mereka,” jelasnya.
Sementara itu, teman korban berinisial RD mengaku beruntung berhasil lolos dari amukan kelompok tersebut. “Benar, mereka sempat menanyakan sesuatu ke kami. Untung motor saya masih menyala, jadi bisa langsung kabur,” ujarnya.
RD menambahkan, ia sempat melihat NR dihadang dan terjatuh usai dibacok. “Pas saya lihat ke belakang, dia (NR) sudah jatuh dan kepalanya berdarah. Lalu saya membawa dia ke Klinik Katulampa,” katanya.
Ia juga menyebut pelaku diduga pelajar berseragam khas sekolah Pangsi. “Saya lihat dari seragamnya, seperti anak sekolah khas Sunda,” tutur RD.
Ketua Pemuda Kampung Cibedug Girang, Dadan, mengatakan pihaknya mengetahui kejadian itu setelah mendapat laporan warga. “Ada satu motor yang katanya diduga milik salah satu pelaku tawuran, tapi belum bisa dipastikan. Kami berharap polisi bisa segera mengungkap pelakunya,” ujarnya.
Dadan menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum. “Kami percaya pihak kepolisian bisa bekerja maksimal melalui petunjuk yang sudah ada,” pungkasnya didampingi Ketua RT 01 setempat. (Din)
.png)
.png)