BOGOR — Persoalan pelayanan listrik di Kota Bogor kembali memicu aksi protes. Puluhan massa Aliansi 4 Pilar mendatangi Kantor PLN UP3 Bogor untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait pelayanan listrik yang dinilai merugikan masyarakat.
Massa meminta Manager PLN UP3 Bogor hadir dan memberikan penjelasan secara langsung. Namun, pihak PLN hanya mengirimkan perwakilan. Kehadiran perwakilan tersebut ditolak massa yang tetap meminta pimpinan UP3 Bogor turun menemui mereka.
Kekecewaan massa kemudian memanas. Aksi diwarnai pembakaran ban bekas dan orasi yang menyoroti persoalan pemadaman listrik yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, pedagang kecil, hingga pelaku UMKM.
Selain persoalan pemadaman, Aliansi 4 Pilar juga mendesak PLN mengusut dugaan pemasangan meteran listrik ilegal serta membuka hasil pemeriksaannya kepada publik.
Massa turut menuntut perbaikan kualitas tegangan listrik dan kompensasi bagi masyarakat yang mengalami kerusakan peralatan elektronik akibat gangguan kelistrikan.
Tak hanya itu, transparansi program CSR PLN juga menjadi sorotan. Aliansi 4 Pilar meminta program tersebut memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat dan pelaku UMKM yang terdampak gangguan pelayanan listrik.
Massa bahkan mendesak pencopotan Manager PLN UP3 Bogor serta meminta ganti rugi atas kerugian yang disebut dialami pelaku UMKM akibat pemadaman dan buruknya pelayanan.
Aliansi 4 Pilar menilai tuntutan tersebut tidak cukup dijawab melalui perwakilan. Mereka menginginkan penjelasan langsung dari pejabat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.
Aksi di UP3 Bogor akhirnya berakhir pada petang hari. Namun, massa menegaskan perjuangan mereka belum selesai.
.png)
.png)