JAKARTA - Diplomasi Indonesia tidak hanya diemban oleh para diplomat di perwakilan luar negeri, tetapi juga melibatkan peran penting pihak lain yang bekerja di balik layar. Hal ini menjadi fokus utama dalam peluncuran buku "Curhat Istri Diplomat" karya Lona Hutapea Tanasale dan diskusi bertajuk "Memaknai Indonesia di Balik Layar Diplomasi".

Acara yang berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Toko Buku Gramedia Central Park, Jakarta, ini mengupas sisi personal dan reflektif kehidupan keluarga diplomat. Buku tersebut mengajak pembaca menyelami pengalaman tinggal di berbagai negara, terlibat dalam dunia diplomasi, serta menemukan makna dari perjumpaan dengan budaya asing yang justru memperkuat kecintaan terhadap Indonesia.

Diskusi yang turut dihadiri Wakil Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Luar Negeri, Nur Indah Sari Nasir, dibuka dengan sambutan Ketua DWP Kemlu, Kristien Abdi. Ia menekankan pentingnya kemampuan adaptasi pasangan diplomat dalam menghadapi perpindahan negara. Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati, memaparkan peran vital "spouse diplomacy" dalam mendukung aktivitas diplomasi perwakilan RI. Syifa Fahmi, seorang penulis dan istri diplomat, turut memperkaya diskusi dengan membagikan pengalamannya. Acara ini dimoderatori oleh Lia Nathalia, jurnalis dan Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya, serta Melany Lintuuran, Presiden Indonesian Women Alliance (IWA).

Kegiatan ini juga terhubung secara virtual dengan acara "A Night to Celebrate Indonesia" di House of Explore Indonesia (HEXI), Los Angeles. Acara di Los Angeles diselenggarakan oleh Indonesian Women Alliance, sebuah asosiasi perempuan yang aktif mempromosikan Indonesia dan menjalin persahabatan antarnegara. Interaksi diskusi antara Jakarta dan Los Angeles, dua kota yang memiliki kerja sama Sister City/Province sejak 1991, berlangsung secara interaktif meskipun terpisah oleh perbedaan waktu 14 jam.

Follow wwb.co.id
Follow on Google