JAKARTA – Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau langsung wilayah terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami penundaan. Perubahan agenda ini muncul ke permukaan setelah Presiden hadir di Jakarta sebagai saksi akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden (Kasespri) Rizky Irmansyah dengan Chika Yenalovi pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Narasi yang mengaitkan penundaan kunjungan ke korban gempa dengan agenda pernikahan tersebut perlu ditelaah berdasarkan kronologi yang utuh. Fakta yang ada menunjukkan bahwa kunjungan ke NTT memang semula direncanakan, kemudian ditunda. Sementara itu, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo bertolak ke Kalimantan untuk memantau sekaligus memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Agenda pernikahan Kasespri sendiri berlangsung sehari setelah penundaan tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menyatakan bahwa kehadiran Presiden sebagai saksi nikah merupakan penyebab pembatalan atau penundaan kunjungan ke NTT.

Rencana Kunjungan ke NTT Sejak Awal

Rencana Presiden Prabowo untuk mengunjungi wilayah terdampak gempa Flores bukanlah agenda yang baru muncul. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya telah menyampaikan bahwa Presiden memiliki rencana untuk datang ke NTT dan melihat langsung kondisi masyarakat serta upaya penanganan pascagempa.

"Nanti kita lihat situasinya ya, para menteri juga sudah di sana. Kita lihat seperti apa lalu kita putuskan," ujar Prasetyo pada 17 Agustus 2026, seperti dikutip Metro TV. Pernyataan tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Prasetyo menjelaskan bahwa sejumlah pejabat pemerintah telah berada di NTT untuk memantau dan memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu. Dengan demikian, sejak awal terdapat rencana kunjungan Presiden, namun waktu pelaksanaannya bergantung pada situasi dan agenda penanganan di lapangan.

Agenda Berubah, Penanganan Gempa Tetap Berjalan

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, kunjungan Presiden ke Flores yang semula dijadwalkan mengalami penundaan. Gubernur NTT Melki Laka Lena menyebut agenda tersebut akan diundur menjadi Senin atau Selasa. "Diundur ke hari Senin atau Selasa," kata Melki. Saat itu, Melki tidak menjelaskan bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh agenda pernikahan Kasespri.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo justru bertolak ke Kalimantan. Sekretariat Negara mencatat Presiden berangkat ke Kalimantan Barat untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan karhutla. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, "Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo langsung terbang menuju Kalimantan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan serentak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan." Kunjungan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden terkait penanganan karhutla di sejumlah provinsi Kalimantan.

Kronologi ini menunjukkan bahwa penundaan kunjungan ke NTT beriringan dengan agenda Presiden memimpin penanganan karhutla. Sementara itu, kehadiran Presiden di acara pernikahan baru terjadi pada hari berikutnya.