DINAMIKA NEWS – Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan (ILUNI SPS UNPAK) resmi membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang diperuntukkan bagi para alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Pembentukan lembaga ini ditandai dengan kegiatan launching yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2026 di Auditorium Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Kota Bogor.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di lingkungan Universitas Pakuan, di antaranya Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi H. Subandi Al Marsudi, S.H., M.H., Rektor Universitas Pakuan Prof. Dr. Ir. H. Didik Notosudjono, M.Sc., Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., serta para Kepala Program Studi di lingkungan Pascasarjana Universitas Pakuan.
Selain peluncuran LBH, kegiatan tahunan ini juga dirangkaikan dengan santunan Ramadhan 1447 Hijriah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada anak-anak yatim.
Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi H. Subandi Al Marsudi, S.H., M.H. menyampaikan dukungannya terhadap berdirinya LBH ILUNI SPS UNPAK. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan lembaga bantuan hukum memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum.
“Saya teringat sekitar tahun 1990-an ketika bersama teman-teman turut andil dalam mendirikan LBH Jakarta. Kemudian saya juga fokus mengembangkan LBH di Bogor. Saya memahami betul betapa strategisnya keberadaan LBH dalam membantu masyarakat kecil dan mereka yang tidak mampu ketika berhadapan dengan persoalan hukum. Karena itu saya sangat mendukung berdirinya LBH ILUNI SPS UNPAK dan berharap keberadaannya dapat bermanfaat bagi alumni maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pakuan Prof. Dr. Ir. H. Didik Notosudjono, M.Sc. menyambut baik kegiatan santunan yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, terutama karena dilaksanakan pada momentum bulan suci Ramadhan.
“Bulan suci Ramadhan merupakan momentum kebaikan yang luar biasa, di mana amal jariyah seperti menyantuni anak yatim menjadi pintu gerbang pahala abadi sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Ad-Dhuha ayat 6–7,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan santunan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus pendidikan karakter bagi sivitas akademika.
“Kegiatan ini memperkuat rasa empati sekaligus membangun generasi yatim yang tangguh, cerdas, dan bermanfaat bagi bangsa serta agama,” tambahnya.
.png)
.png)