BOGOR — Semangat petani budidaya ubi ungu di wilayah Totopong, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, patut diapresiasi.

‎Di tengah kondisi tanah yang kering dan cukup sulit dibentuk, para petani tetap tekun melakukan perbaikan gurutan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

‎Perbaikan tersebut dilakukan untuk memastikan proses budidaya ubi ungu dapat berjalan optimal dan mendukung hasil produksi saat masa panen tiba.

‎Ketua Kelompok Bayer, Rojer Muhidin, mengatakan kondisi tanah yang kering menjadi salah satu kendala dalam proses pembentukan gurutan di lahan milik Parmin.

‎Hal itu disampaikannya saat ditemui di lokasi lahan pertanian tersebut, Sabtu (29/8/2026).

‎“Saya memuji semangat para petani budidaya ubi ungu ini. Saat ini kita berada di wilayah Totopong yang digarap oleh Bapak Parmin. Pembentukan gurutan harus sesuai SOP, yaitu ukurannya 40 sampai 60 sentimeter. Sekarang sedang dibentuk kembali karena kondisi tanah sedang kering sehingga agak sulit dibentuk rapi,” ujar Rojer.

‎Menurut Rojer, kondisi tanah sangat memengaruhi proses pembentukan gurutan. Saat hujan turun, tanah biasanya menjadi lebih gembur sehingga lebih mudah dicangkul dan dibentuk.

‎Namun, setelah proses pencangkulan dan pembentukan dilakukan, tanah dapat kembali turun sehingga gurutan perlu diperbaiki berulang kali.

‎Meski menghadapi kondisi tersebut, para petani tetap memilih melanjutkan pekerjaan dan memastikan gurutan memenuhi standar.

Halaman:
G
R
Editor: Gandi
Penulis: Robi
× Preview Gambar