Jakarta - Rentetan kasus dugaan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kasus yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memunculkan desakan agar keamanan pangan dalam pelaksanaan program ini diperketat.

Sorotan semakin besar setelah seorang siswi di Kabupaten Karo, Febiona Purba (16), dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dikaitkan dengan konsumsi MBG. Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan masih terus memantau kondisi korban dan menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan.

Secara paralel, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah administratif dengan menutup sementara 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Langkah ini menunjukkan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, sembari menunggu penentuan penyebab medis dalam setiap kasus melalui pemeriksaan dan investigasi resmi.

Gubernur Sumut Pantau Kondisi Siswi Karo

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan pemerintah terus memantau kondisi fisik dan psikis Febiona Purba. Pemprov Sumut masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan saraf dan aspek psikologis korban.

"Itu masih kita pantau terus. Barusan juga kita minta laporan terkait hal tersebut. Ini masih dilakukan pemantauan, baik secara psikis maupun fisik," ujar Bobby, Selasa (8/9/2026). Bobby menekankan pentingnya memperhatikan aspek psikologis untuk mengetahui apakah terdapat trauma atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan. "Dan juga kita rekomendasi dari psikologisnya juga, kita enggak bisa nilai traumatis seseorang itu setelah keracunan itu apakah ada trauma atau segala macam, dan ini mengganggu mental dan segala macam. Ini juga kita ikut periksa," ungkapnya.

Oleh karena itu, kondisi gangguan ingatan yang dilaporkan keluarga korban belum dapat disimpulkan sebagai akibat medis langsung dari konsumsi MBG sebelum seluruh pemeriksaan selesai.

Gangguan Ingatan Siswi Karo Masih Menunggu Pemeriksaan Mendalam

Informasi mengenai kondisi Febiona menjadi perhatian setelah keluarganya melaporkan adanya perubahan perilaku dan daya ingat pasca-perawatan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus, menyatakan pihak sekolah telah menerima informasi tersebut. Febiona dilaporkan telah dibawa ke Rumah Sakit Adam Malik Medan untuk menjalani pemeriksaan EEG. Dinas Pendidikan Sumatera Utara akan terus berkoordinasi dengan keluarga dan sekolah agar siswi tersebut dapat kembali mengikuti kegiatan belajar setelah kondisinya memungkinkan.