Bogor, wwb.co.id Di tengah derasnya berita pembantaian, penindasan, dan ketidakadilan terhadap umat Islam, muncul rasa lelah dan putus asa di hati banyak umat. Ada yang sampai berkata, saking sakitnya melihat saudara sesama manusia diperlakukan seperti binatang, rasanya ingin cepat kiamat saja.
Namun di titik itulah iman diuji. Di titik itulah kita diingatkan pada janji Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Imam Mahdi, Harapan Akhir Zaman

Dalam sebuah pandangan, yang disampaikan H.Iwan Sumiarsa bahwa ketika dunia hampir hancur karena zalim, Allah akan menurunkan seorang pembaharu. Dialah Imam Mahdi, keturunan Rasulullah dari garis Sayyidina Hasan.

"Keberadaan Imam Mahdi sangat dirindukan. Karena begitu pedihnya hati melihat kemungkaran, melihat kezaliman. Bahkan orang yang mau membantu solusi pun malah diserang," ujarnya. (22/08/2026).

Kerinduan ini bukan khayalan. Ini adalah bagian dari iman kepada hadis-hadis akhir zaman. Sama seperti umat terdahulu yang merindukan kelahiran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai pembawa cahaya dari kegelapan.


Persiapan Menyambut Keadilan

Saking besarnya harapan itu, para ulama seperti Sayyid Imam Alwi Al-Maliki bahkan berpesan: "Kalau punya pedang atau golok, gantung di rumah. Niatkan di hati untuk bergabung bersama Imam Mahdi menegakkan kebenaran dan keadilan."
Artinya, kerinduan itu harus dibarengi ikhtiar. Kita harus siapkan diri. Menjadi umat yang layak dipimpin orang adil.

Pertanyaannya, bagaimana jika ada orang yang justru tidak merindukan datangnya Imam Mahdi? "Itu perlu dipertanyakan. Apakah sehat berpikirnya? Apakah sehat jiwanya?" tegas beliau.

Gembira Menyambut Hari Kelahiran Rasul, Tegakkan Sunnah

Mengutip Surat Yunus ayat 58, beliau mengingatkan: karunia Allah yang paling besar adalah agama, Al-Quran, dan diutusnya Rasulullah. 

"Emas, tembaga, nikel, tidak ada artinya. Yang berharga adalah akhlak mulia. Maka Rasul diutus membawa rahmat untuk seluruh alam."

Karena itu, hukumnya wajib gembira menyambut kelahiran Nabi Muhammad. Hukumnya wajib juga merindukan Imam Mahdi. Itu tanda sehatnya jiwa dan pikiran.

Di akhir pandangannya beliau berpesan 3 hal penting untuk umat hari ini:
1.  Tegakkan sunnah Rasulullah semampu kita
2.  Tingkatkan persatuan dan silaturahmi umat Islam
3.  Perbanyak ngaji agar mengenal siapa Nabi Muhammad sebenarnya.

Hari ini kita menyaksikan penderitaan umat di Palestina, Suriah, dan berbagai penjuru dunia. Kita merindukan pemimpin yang kuat, adil, dan membawa kedamaian.
Sama seperti dulu umat merindukan Rasulullah, hari ini kita merindukan Imam Mahdi.
Semoga Allah segera mempertemukan kita dengan pemimpin yang membawa keadilan. Dan semoga kita termasuk golongan yang siap menyambutnya.