KAB.BOGOR,WWB.co.id – Guna memastikan keamanan dan tercukupinya kebutuhan logistik bagi para korban terdampak bencana alam banjir bandang di Kampung Gunung Mas RT 01, 02, 03 RW 02 dan 03  Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Bupati Bogor, Ade Yasin melakukan peninjauan langsung ke lokasi Posko Kesehatan dan Pengungsian para korban, Rabu (20/1/20).

Berdasarkan data saat ini, kata dia, ada sekitar 400 lebih KK yang tedampak mulai dari rusak berat, ringan, sedang. Untuk bantuan bagi para korban tersedia cukup mulai dari makanan, pakaian, susu, pampers dan lainnya serta fasilitas makan siang dan malam.

"Saya lihat pengungsi ditempatkan di villa yang berada di area Gunung Mas dalam kondisi yang sangat aman dengan protokol kesehatan. Saya juga cek ke Posko Kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, Alhamdulilah mereka sehat hanya ada sedikit pusing karena kehujanan. Secara keseluruhan kondisi para pengungsi aman," tutur Ade Yasin.

Menurutnya, tidak diperlukan penanganan khusus atau trauma healing bagi korban terdampak khususnya anak-anak karena berdasarkan pengecekan langsung oleh tim dokter anak-anak hanya mengalami kaget, tidak ada trauma mendalam akibat kejadian itu. "Alhamdulilah saya bersama tim dokter sudah melalukan pengecekan dan wawancara terhadap 45 anak. Mereka hanya kaget tidak ada trauma," ucapnya.

Ia meminta kepada pengelola wisata Gunung Mas untuk memberikan penginapan sampai situasinya terkendali dan mereka bisa kerumahnya masing-masing. Sementara itu, untuk korban terdampak rusak berat dan kehilangan tempat tinggal untuk segera merencanakan lokasi hunian baru.

"Para korban terdampak rata-rata karyawan Gunung Mas dan perumahan karyawan. Saya minta pihak Gunung Mas memberikan kemudahan fasilitas kepada mereka yang belum bisa pindah ketempat yang lama," harapnya.

Bupati Bogor menegaskan, kejadian bencana alam banjir bandang di lokasi Gunung Mas merupakan kali pertama terjadi sehingga pihaknya tengah melakukan investigasi penyebab bencana alam tersebut. Apakah karena ada penggundulan atau erosi.

"Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya apa, tentunya harus kita investigasi terlebih dahulu. Apakah ada penggundulan atau tidak, karena kejadiannya air membawa material yang sangat banyak ke sungai, kemudian sungai tidak dapat menampung sehingga luber kemana-mana. Ini sedang kita teliti, kejadian seperti ini disini baru pertama kali," tegas Ade Yasin.

Untuk recovery wilayah, kata dia, pihaknya  tengah melakukan koordinasi seperti apa kondisinya. Akan tetapi lebih cepat lebih baik recovery wilayah untuk segera dilakukan. 

Halaman:
M
Penulis: Manan