Seperti halnya yang dilakukan penggiat lingkungan satu ini. Melalui tangan kreatif R Mursid sampah menjadi bernilai ekonomis hingga berdampak ekonomi juga bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, dalam menangulangi sampah dibutuhkan keseriusan, bukan hanya sekedar mencari materi saja. “Kita harus sungguh-sunguh jika ingin menangulangi sampah, karena ini bukan saja menjadi masalah individu melainkan kita bersama,” kata R Mursid ketika memberikan sambutan dalam pelatihan pembuatan pot dari limbah pempers di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Selasa, (06/04/21).
Sebagai penggiat lingkungan dan sekaligus aktivis Jaringan Masyarakat Peduli Daerah Aliran Sungai (Jampedas) dirinya siap membantu Kepala Desa Nanggung untuk terus berinovasi menanggulangi berbagai macam limbah (pemasalahan sampah) di Desa tersebut.
“Saya siap membantu masyarakat Desa Nanggung untuk terus berinovasi, bahkan tadi ada yang menyampaikan selain limbah pempers dan pelastik juga sulitnya mendaur ulang styrofoam, kedepan akan kita laksanakan kembali pelatihan untuk mendaur ulang limbah-limbah tersebut. Apalagi pak Kades bilang ingin menjadikan Desa-nya wisata inovasi,” tutur R Mursid yang juga selaku Pemimpin Redaksi di Media WWB.co.id ini.(Gan)
.png)
.png)