JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, memicu kekhawatiran akibat munculnya titik api, kepulan asap pekat yang mendekati permukiman, serta dampak terhadap kesehatan warga. Fenomena ini turut ramai diperbincangkan di media sosial, bahkan memunculkan narasi bahwa pemerintah terkesan diam dalam menghadapi bencana ini.
Namun, klaim bahwa pemerintah tidak melakukan penanganan perlu diuji dengan data dan fakta di lapangan. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa operasi pemadaman justru diperkuat seiring meningkatnya ancaman karhutla. Pengerahan personel darat, penggunaan pompa air, operasi helikopter water bombing, hingga rekayasa cuaca menjadi bukti upaya penanggulangan yang terus dilakukan.
Upaya Pemadaman Intensif di Kalsel dan Kaltim
Di Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalsel mengintensifkan penanganan karhutla di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru. Sebanyak 200 personel gabungan dikerahkan dengan dukungan 53 mesin pompa dan puluhan unit pompa tambahan dari berbagai pihak. Operasi pemadaman dan pembasahan lahan gambut telah berlangsung lebih dari 15 hari.
"Pemadaman dan pembasahan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi lahan gambut," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Kalsel, Endarto, mengutip ANTARA. Upaya pemadaman di darat juga didukung oleh operasi udara menggunakan helikopter untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Sementara itu, di Samarinda, Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda telah mengoperasikan helikopter water bombing bantuan BNPB untuk mengatasi peningkatan kebakaran lahan akibat kemarau panjang. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyatakan bahwa kesiapsiagaan daerah telah dilakukan sejak awal, termasuk penyediaan personel pemadam dan patroli bersama TNI-Polri.
"Sejak awal karhutla terjadi, Samarinda langsung bersiaga terhadap semua potensi dampak dari kemarau panjang dan kekeringan ini," ungkap Andi Harun. Helikopter tersebut mulai melakukan penerbangan water bombing pada 8 September 2026, dengan fokus pada kawasan Bantuas yang memanfaatkan air dari lubang bekas tambang.
Karakteristik Lahan Gambut Jadi Tantangan
Munculnya api di permukaan tidak serta-merta berarti tidak ada penanganan. Karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara hingga ke lapisan bawah tanah menjadi tantangan tersendiri dalam pemadaman.
.png)
.png)