DINAMIKA NEWS -- Di tengah perkembangan pesat era digital dan dampak pandemi COVID-19, filsafat klasik yang dikenal sebagai "adaequatio intellectus et rei" atau kesesuaian antara pikiran dan kenyataan, kini menjadi sorotan utama. Kesenjangan yang semakin lebar antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan kenyataan, menciptakan perdebatan yang tak kunjung usai.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2025 mengungkapkan bahwa 78% generasi Z merasa bahwa realitas yang mereka lihat di media sosial tidak mencerminkan kehidupan sehari-hari mereka. Banyak dari mereka terjebak dalam obsesi terhadap citra sempurna, influencer, dan konten viral, sementara di sisi lain, pekerja informal dan buruh pabrik terjebak dalam tekanan ekonomi yang berat.

Alma Wiranta, seorang auditor hukum yang juga menjabat sebagai Kabag Hukum dan HAM Kota Bogor, mengungkapkan, "Gap antara intellectus (pikiran yang terfilter algoritma) dan rei (realitas lapangan) semakin melebar, memicu krisis kepercayaan dan mental."

Alma menambahkan, "Filosofi kesesuaian antara pikiran dan kenyataan itu kini terbalik. Masyarakat lebih percaya pada narasi yang dibangun oleh platform, bukan pada fakta empiris. Ini berbahaya karena memicu polarisasi dan kehilangan empati. Ketika pikiran hanya dipenuhi konten yang menyenangkan seperti novel yang dituangkan dalam film drama, kesenjangan dengan realitas sosial akan semakin sulit dijembatani."

Dampak dari kesenjangan ini sangat nyata, antara lain:

1. Krisis Kesehatan Mental – Angka bunuh diri di kalangan remaja meningkat 15% sejak 2023, dipicu oleh ketidakpuasan hidup akibat perbandingan yang tidak realistis.

2. Disinformasi – Hoaks menyebar dengan cepat karena verifikasi fakta tidak mampu mengimbangi viralitas.

3. Kekacauan Sosial – Protes dan konflik sering kali berawal dari kesalahpahaman yang berakar pada kesenjangan persepsi.

Prof. Rina Sari, seorang ahli hukum informasi, mengusulkan perlunya regulasi yang mewajibkan platform media sosial untuk menerapkan algoritma yang transparan.