JAKARTA - Pameran "Jembatan Peradaban" Indonesia - Timur Tengah 2026 resmi dibuka di Arabic Global School Ali Saleh Al-Laheeb, Cempaka Putih, Jakarta, pada Jumat, 11 September 2026. Acara ini dihadiri oleh para duta besar, pejabat tinggi negara, perwakilan pemerintah, kalangan diplomatik, serta tokoh pendidikan, kebudayaan, dan media.

Pihak penyelenggara menyatakan bahwa pameran ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan, kebudayaan, dan peradaban antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah. Tema "jembatan" diusung untuk menghubungkan lima pilar utama: Budaya (The Bridge of Culture), Pengetahuan (The Bridge of Knowledge), Bahasa (The Bridge of Language), Laut (The Bridge of the Sea), dan Masa Depan (The Bridge to the Future).

Anggota DPRD Jawa Barat H. Ricky Kurniawan, Lc, MI, Kom, yang merupakan alumni Al-Azhar Kairo, mengapresiasi pameran ini sebagai ruang pertemuan dua peradaban. Ia menekankan pentingnya penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah.

"Kita mendorong agar kerja sama-kerja sama seperti ini, terutama di bidang pendidikan, terus kita kembangkan. Bahkan kita dorong agar segera membuka cabang. Kalau perlu di Jawa Barat," ujar Ricky, yang juga berharap sekolah tersebut dapat membuka cabang di Jawa Barat.

Ricky menyoroti peran penting penguasaan Bahasa Arab bagi generasi muda Indonesia. Ia melihat interaksi positif antara anak-anak Kuwait dan Indonesia di Arabic Global School yang sudah terbiasa menggunakan tiga bahasa: Arab, Indonesia, dan Inggris.

"Bahasa Arab itu adalah bagian dari peradaban Islam. Suka tidak suka begitu. Jadi jangan sampai sekarang ada degradasi," tegasnya, seraya mengusulkan agar Indonesia turut merayakan Hari Bahasa Arab Sedunia dengan melibatkan pesantren di Jakarta dan Jawa Barat.

Ricky juga mengimbau pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan dukungan lebih terhadap inisiatif pendidikan lintas negara semacam ini. "Investasi di bidang pendidikan adalah investasi untuk masa depan. Jadi jangan dihitung untung rugi dalam waktu dekat karena tidak akan kelihatan. Tapi ke depan ini pasti akan membuahkan hasil. Agar generasi kita ke depan tidak buta terhadap Timur Tengah dan peradaban Islam," pesannya.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Dubes Kuwait Bapak Khaled Jassim Al Yaseen, Kepala Sekolah Arabic Global School, serta duta besar dari Irak, Maroko, Yaman, Aljazair, dan perwakilan dari DPR, DPRD DKI, serta Dinas Pendidikan DKI.*

Follow wwb.co.id
Follow on Google